Ticker

6/recent/ticker-posts

Dua Pelaku Pengeroyokan di Terminal Mandalika Diringkus, Satu Orang Masih Buron

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi didampingi Kapolsek Cakranegara Kompol Zaky Maghfur saat konferensi pers di Polresta Mataram, Rabu (17/03/2021).

MATARAM - Tim Opsnal Polsek Cakranegara meringkus dua orang pria pelaku pengeroyokan yang terjadi di Terminal Mandalika, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Dua pelaku yang diringkus polisi masing-masing berinisial AW (20) dan MS (20) warga Karang Rundu, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Kedua pelaku ditangkap, Senin (15/3/2021) lengkap dengan barang bukti. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial BS masih dalam pengejaran petugas dan kini berstatus buron atau DPO.

“Ini ada dua pelaku kasus pengeroyokan di Terminal Mandalika yang terjadi pada Rabu malam (10/3/2021) sekitar pukul 19.30 Wita,’’ ungkap Kapolresta Mataram Polda NTB, Kombes Pol Heri Wahyudi didampingi Kapolsek Cakranegara, Kompol Zaky Maghfur, Rabu (17/03/2021).

Kombes Heri menjelaskan, Kasus ini bermula pada Minggu dini hari (7/3/2021) sekitar pukul 01.00 Wita di salah satu warung di Terminal Mandalika. Saat itu pemilik warung berinisial IS (46) menegur rekan pelaku berinisial DE (45).

“IS meminta DE yang saat itu menenggak minuman keras jenis tuak pergi dari depan warungnya. DE tidak terima dan mengajak BS datang ke warung IS. Keduanya berteriak dan mengumpat. Tapi IS tidak menghiraukannya,’’ bebernya.

Lebih lanjut Kapolresta menerangkan, peristiwa itu berlanjut pada Rabu malam (10/3/2021). DE dan BS serta MS kembali mendatangi warung IS. Layaknya jagoan, BS datang membawa parang yang diselipkan di punggungnya. 

“Ketiganya mencari IS dengan kemarahan. Kedatangan ketiganya membuat istri IS berteriak. Aksi ketiganya terhenti dan pergi dari warung setelah korban berinisial RA datang melerai,” terangnya.

Namun setengah jam kemudian, ketiganya kembali datang bersama 8 orang rekannya ke warung IS. Tanpa basa basi, melihat RA yang masih ada di warung langsung dikeroyok dan dianiaya.

“Akibat pengeroyokan itu. Korban RA mengalami luka di punggung kiri, leher dan pundak kanan. Korban ini sebenarnya mau melerai. Tapi dia yang dianiaya dan dikeroyok,’’ tuturnya.

Heri menyebutkan, petugas mengungkap kasus ini bahkan kurang dari 2x24 jam. Awalnya petugas mengamankan 14 orang yang diduga terlibat. Namun dari hasil pemeriksaan. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni AW yang menusuk punggung kiri korban. Berikut  MS menusuk leher korban menggunakan gagang dongkrak.

‘’Kalau BS dia itu provokator dan memukul korban juga. Tapi sekarang dia masih buron,’’ katanya.

Kapolresta memastikan akan mengatensi kasus ini. Perwira melati tiga itu juga ingin meluruskan. Bahwa kejadian itu penyebabnya bukan faktor kesukuan.

‘’Mereka ini kan di bawah pengaruh tuak. Sudah saling mengenal semuanya karena mereka buruh angkut di terminal Mandalika. Tapi tidak terima karena ditegur dan disuruh pergi oleh pemilik warung,’’ jelas Kapolresta.

Kapolsek Cakranegara, Kompol Zaky Maghfur menyampaikan, satu pelaku yang masih buron masih dalam pengejaran. Zaky meminta BS untuk koperatif dan menyerahkan diri.

‘’Menyerahkan diri lebih baik. Kami tetap buru dia. Kedua pelaku terancam dijerat pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP Sub pasal 351 (1) Jo pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelasnya. (WR-02)