Ticker

6/recent/ticker-posts

Edarkan Narkoba, Pasangan Suami Istri dan Dua Orang Pria Diringkus


Salah satu terduga pengedar narkoba yang diamankan Timsus Ditresnarkoba Polda NTB di wisata Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara, Jumat (19/3/21). 

MATARAM, Warta Hukrim - Timsus Ditresnarkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) melakukan penggerebekan jaringan narkoba jenis sabu-sabu di daerah wisata Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara, Jumat (19/3/21).

Penggerebekan jaringan narkoba tersebut dipimpin langsung Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, dan berhasil menangkap jaringan bandar narkoba kelas kakap di kawasan wisata tersebut.

Dirresnarkoba menyampaikan, dalam penggerebekan tersebut Timnya berhasil menangkap pengedar narkoba yang merupakan pasangan suami istri berinisial UJ dan istrinya DI serta dua orang pria lainnya.

"Kami baru saja menangkap sepasang suami dan dua anak buahnya," ungkap Helmi, di kantornya Jumat sore.

Keduanya ditangkap dalam penggerebekkan Jumat, (19/3/2021) dini hari di rumah kontrakannya yang berada di Gili Trawangan.

Menurut Helmi, kedua pasangan suami istri tersebut berupaya menghilangkan barang bukti ke dalam klosed saat melihat timnya masuk ke TKP melalui layar CCTV yang dipasang, namun berkat kelihaian anggota tim gabungan Ditresnarkoba Polda NTB bersama Batalyon A Sat Brimob Polda NTB yang dipimpin Danyon AKBP Denny Tompunuh, barang bukti narkoba tersebut berhasil diamankan.

"Meski mereka berusaha membuang barang bukti di dalam klosed, namun tim kami berhasil menemukannya," ungkap Helmi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dalam penggerebekan tersebut itu antara lain 2 Buah Buku Tabungan Mandiri, 6 buah HP Android, bukti transfer, timbangan elektrik, kartu debit, uang tunai Rp 282 ribu, 2 lembar Ringgit Malaysia senilai 30 RM, 12 lembar dolar Amerika pecahan 1 dolar, buku catatan hasil penjualan dan BB narkoba seberat 2, 69 gram serta alat hisap narkoba.

Selain menangkap kedua tersangka dan barang bukti, tim mendapat informasi terkait keberadaan bandar sabu-sabu kelas kakap yang disebutnya berinisial M, namun setelah dilakukan pengembangan timnya hanya berhasil menangkap dua anak buahnya berinisial DK dan RF.

"Keduanya ditangkap di sekitar TKP pertama tempat penggerebekan JU bersama istrinya, jadi mereka berempat ini masih satu jaringan di bawah jaringa bandar berinisial M," terangnya.

Walaupun timnya belum menemukan keberadaan M, namun Helmi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti memerangi peredaran narkoba dan pihaknya akan terus memburu M yang menjadi target Polda NTB.

"Kepada M kami minta untuk segera menyerahkan diri, karena kemanapun dan dimanapun anda bersembunyi, anda tidak akan bisa lolos dari kami. Jadi segeralah bertobat dan hijrah ke yang lebih baik," ujar Helmi pula.

Usai penangkapan, selanjutnya empat orang tersangka dan barang bukti di bawa ke Polda NTB untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Terhadap para tersangka penyidik akan menjeratnya dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika Golongan I diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pasal 112 ayat (1) UU RI NO 35 TAHUN 2009 Tentang Narkotika memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman melebihi, diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun. (WR-02)