Ticker

6/recent/ticker-posts

Kepergok Nyolong Alat Mebel, Pemuda Ini Nyaris Diamuk Massa

Terduga pelaku bersama barang bukti yang diamankan personel Polsek Pajo, Sabtu (20/3/2021)

DOMPU, Warta Hukrim - Diduga kepergok istri pemilik saat melakukan aksi pencurian di sebuah gudang meubelair, seorang pemuda berinisial MR (19) warga Dompu nyaris diamuk massa. Meski Respon cepat Personel Polsek Pajo berhasil mengamankan terduga pelaku, namun sebelum diamankan polisi, terduga pelaku sempat jadi bulan-bulan warga yang geram dengan ulahnya.

Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah mengungkapkan, terduga pelaku diduga kepergok saat melakukan aksi pencurian di sebuah gudang meubelair milik Abdullah, warga Dusun Fupu, Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Dompu, Sabtu (20/3/2021) sekitar pukul 13.30 Wita.

"Terduga pelaku sempat diteriaki maling oleh istri korban hingga nyaris dihakimi massa saat menggondol tiga unit alat meublair milik korban," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun petugas kata Hujaifah, awalnya terduga pelaku masuk ke gudang milik korban dengan cara mencongkel gembok pintu. Kemudian mengambil satu unit gergaji mesin, satu unit alat profil dan satu unit mesin serut.

"Apes aksi terduga dipergoki oleh istri korban dan meneriakinya maling. Warga yang mendengar langsung berdatangan dan mengejar serta berhasil menangkapnya. Warga yang geram bahkan sempat memukul terduga pelaku sebelum diamankan petugas," katanya

Sementara itu pihak korban datang ke Mapolsek Pajo untuk membuat laporan terkait kejadian yang menimpanya dengan laporan polisi Nomor: LP/K/06/III/2021/NTB/Res. Dompu/Sek. Pajo, Tanggal 20 Maret 2021.

"Mendapat laporan korban, personel Polsek Pajo langsung turun ke TKP untuk mengamankan terduga beserta barang bukti," ujarnya. 

Untuk mengantisipasi hal lain yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban, sebagian anggota melakukan penggalangan terhadap warga secara persuasif. 

"Warga diminta untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Atas perbuatanya terduga dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," tutupnya. (WR-Al)