Ticker

6/recent/ticker-posts

Maksimalkan Pemanfaatan Tol Laut, Disnakkeswan NTB Rakor Bersama Pengusaha Ekspedisi

 

Rapat koordinasi pemanfaatan Kapal Tol Laut yang digelar di Kantor Pepehani Kabupaten Bima, Kamis (18/3/2021)

BIMA, Warta Hukrim - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  (Disnakkeswan) Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi dengan pelaku usaha ekspedisi pengangkutan hewan yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu.

Rapat yang digelar di Kantor Persatuan Pedagang Hewan Nasional Indonesia (Pepehani) Kabupaten Bima di Jalan Gajahmada, Kelurahan Salama, Kecamatan Mpunda Kota Bima, Kamis (18/3/2021) siang dihadiri sedikitnya 51 pengusaha ekspedisi pengangkutan hewan ternak di tiga kabupaten/kota.

Ketua Pepehani Kabupaten Bima H. Amin mengatakan, pertemuan yang digelar bertujuan untuk menyatukan persepsi para pelaku usaha eksepdisi pengangkutan hewan terkait pemanfaatan kapal Tol Laut selama masa pengirman sapi kurban untuk hari raya idul adha 2021.

Melalui pertemuan ini kami harap para pelaku usaha bisa memahami  tata cara dan kebijakan yang akan dilakukan selama masa pengiriman hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha dimana lokasi tujuan adalah daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Oleh karena itu mekanisme dan administrasi pengiriman harus dipahami oleh para pelaku usaha. Sehingga dengan pertemuan ini kita bisa menginventarisir keinginan para pelaku usaha dengan cara pembagian jatah pengiriman yang cukup adil dan merata.

"Jatah pengiriman tiap UD atau CV kita akan bagi dengan adil dan  merata sehingga tidak ada yang merasa dirugikan," katanya.

Di tempat yang sama Kepala Disnakkeswan Provinsi NTB melalui Kabid Pengelola dan Pemasaran Hasil Peternakan Rahmadi mengatakan, pentingnya pertemuan ini adalah untuk membahas persiapan pengiriman sapi kurban Bima menuju daerah tujuan, yakni Jabodetabek.

“Saat ini data yang kami miliki, jumlah sapi kurban yang akan dikirim ke daerah Jabodetabek adalah sebanyak 13 ribu ekor. Terdiri dari 12 ribu ekor di Kabupaten Bima, 500 ekor dari Kota Bima dan 500 ekor dari Dompu,” katanya.

Oleh karena itu, penggunaan kapal angkut yang akan dipakai oleh para pelaku usaha ekspedisi perlu dibahas secara bersama agar tidak ada permasalahan dan tumpang tindih saat proses pengangkutan nanti.

“Kami tidak ingin ada pelaku usaha yang menyerobot jadwal pengiriman pelaku usaha lainnya. Sehingga melalui pertemuan sejak dini kita sudah harus membahas jadwal dan kuota untuk masing-masing CV atau pelaku usaha,” ujarnya.

Rahmadi menyampaikan, terhadap permasalahan pengiriman sapi kurban di pelabuhan Bima menjadi perhatian khusus pemerintah Provinsi NTB melalui Disnakkeswan karena setiap tahunnya ditemukan banyak keributan yang terjadi karena terbatasnya jadwal kapal Tol Laut yang masuk ke pelabuhan Bima.

“Oleh karena itu pemerintah Provinsi NTB akan berupaya meningkatkan jadwal masuk Tol Laut ke Pelabuhan Bima. Untuk sementara sebanyak 16 kali dan kemungkinan akan ditambah dua kali sesuai dengan permintaan para pelaku usaha yakni sebanyak 18 kali selama periode musim kurban 2021,” jelasnya.

Dengan adanya penambahan jadwal Kapal Tol Laut di Pelabuhan Bima, Rahmadi berharap agar para pelaku usaha bisa tertib menjalankan usahanya dan tidak ada lagi yang menyerobot jatah pengusaha lain.

“Kalau sudah dibagi jadwal dan kuota pengiriman untuk masing-masing CV, kami harap bisa tertib dan tidak menyerobot sehingga tidak ada lagi permasalahan selama musim pengiriman sapi kurban di Pelabuhan Bima,” harapnya.

Sementara terkait kesimpulan rapat, Rahmadi mengatakan akan meneruskannya ke Kadis dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Kementerian.

“Hasil keputusan dalam pertemuan ini akan kami laporkan ke pimpinan dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Kementerian sehingga apa yang menjadi harapan pelaku usaha dan peternak di Bima, Dompu dan Kota Bima dapat diakomodir,” ujarnya.

Hadir pada pertemuan ini, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  Kabupaten dan Kota Bima, Ketua Pepehani Kota Bima dan Dompu, KSOP dan para pelaku usaha ekspedisi. (WR-Al)