Ticker

6/recent/ticker-posts

Polda NTB Ringkus DPO Kasus 3,3 Kilogram Narkoba di Jawa Timur

DPO Narkoba dengan kasus 3,3 kilogram yang berhasil ditangkap Tim Polda NTB di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (13/3/2021).

MATARAM, Warta Hukrim - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) berhasil menangkap seorang DPO Narkoba dengan kasus 3,3 kilogram di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (13/3/2021).

DPO berinisial EMZ (37) merupakan warga Sultan Salahudin Bumi Asri, Lingkungan Bendige, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim Opsnal Dit Res Narkoba Polda NTB dibantu Tim Opsnal Dit Res Narkoba Polda Jawa Timur (Jatim) dan Tim Opsnal Resnarkoba Polres Banyuwangi Kota menangkap EMZ di Griya Dadakan Indah, Dusun Kapan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jatim.

"EMZ merupakan terduga pelaku yang ditetapkan menjadi DPO oleh Sat Res Narkoba Polresta Mataram Polda NTB pada 23 Agustus 2020 lalu dengan kasus 3,3 Kg Sabu," jelas Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf dikantornya, Jumat (20/3/2021).

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas di antaranya satu buah buku tabungan, dua buah HP merek Samsung dua buah hap merek OPPO, dua buah Dompet, 3 ATM BRI, 2 buh ATM BCA dan SIM.

Selain barang bukti elektronik dan buku tabungan Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti 2 buah sertifikat tanah yang diduga dibeli dari hasil penjulan sabu, dan satu lembar kwitansi senilai Rp 565 juta dan 10 lembar bukti transfer yang diduga bukti transaksi narkoba.

"Pelaku ini selalu berpindah pindah tempat tinggal itu sebabnya kami baru bisa menangkapnya sekarang, dia kadang tinggal di sulawesi, Kalimantan, Maluku, Sumatra," jelas Helmi.

Sementara untuk penanganan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan EMZ, dikatakan Helmi akan bekerjasama dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Nanti rencana penanganan kasus TPPU nya dia, kita akan join investigasi dengan pihak BNN," pungkasnya. (WR-02)