Ticker

6/recent/ticker-posts

Mucikari Prostitusi Online Bebayaran Dolar Dibekuk Polisi di Mataram



MATARAM – Seorang mucikari prostitusi online berinsial NM (27) warga Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Senin (29/3/2021) sekitar pukul 01.30 Wita dini hari. Dalam menjalankan bisnisnya NM memasang tarif berbayar Dolar Amerika.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Polda NTB, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, S.IK mengatakan, walau hanya memiliki tiga orang anak buah, tarif esek-esek yang ditawarkan cukup mahal yakni Rp 3,5 juta untuk layanan short time.

“Bisnis prostitusi oneline NM dan anak buahnya dibayar dengan Dolar Amerika dari pemesan untuk dibawa ke luar daerah,” kata Kasat, Senin (5/4/2021).

Dijelaskannya, ketika ada pemesan meminta pelanggan untuk dibawa ke luar daerah. NM sebagai mucikari mendapat  US 400 Dolar. Sedangkan perempuan yang disediakan atau korban mendapat bayaran US 500 Dolar.

“Itu untuk bayaran sehari, NM dapat bayaran US 400 Dolar dan anak buahnya mendapat US 500,” ungkapnya.

Dalam praktek prostitusi online anak buah NM bisa dibawa pemesan ke luar daerah seperti Jakarta dan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung pemesan.

“Semua ditanggung pemesan. Setelah selesai bayarannya langsung diserahkan ke anak buahnya,’’ tambahnya.  

Kasat mengungkapkan, kasus ini terungkap pada hari Senin dini hari (29/3/2021) sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu, NM memerintahkan anak buahnya berinisial NH (23) untuk melayani pemesan di salah satu hotel di Kota Mataram. NH lalu meluncur ke Hotel yang disediakan pemesan. Prostitusi lalu terjadi sekitar jam 01.30 Wita dan Kepolisian tiba di lokasi.

“Kami langsung melakukan olah TKP. Ada beberapa benda yang diamankan. Ada selimut dan alat kontrasepsi,” tuturnya.

Terhadap kasus itu, pengembangan langsung dilakukan dengan mendatangi kos yang ditempati NM. Petugas mendapatkan sejumlah struk atau bukti transfer yang diduga hasil pelacuran perempuan.

‘’Ini struknya cocok dan sama dengan struk transfer yang kami temukan di Hotel,’’ katanya.

Dengan keterangan saksi dan bukti yang didapati petugas. NM ditetapkan sebagai tersangka dan diduga menyediakan layanan prostitusi melanggar pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP dengan ancaman 1 tahun empat bulan penjara.

‘’Pengembangan masih kami upayakan. Kami harap NM bisa koperatif sehingga bisa meringankan beban dia juga,’’ harapnya.

Ditambahkannya, jika dikoversikan ke dari Dolar ke rupiah, NM memasang tarif untuk anak buahnya Rp 3,5 juta sekali kencan. Dari bayaran itu, NM mendapat imbalan Rp 1,6 juta. Sedangkan anak buahnya menerima bayaran Rp 1,9 juta sekali kencan dibisnis syahwat ini.

‘’Setelah anak buahnya tiba di hotel. Dia transfer Rp 1 juta dulu. Nanti setelah selesai main ditransfer Rp 900 juta. Pemesan itu mentransfer dulu ke NM baru nanti dikasi ke anak buahnya yang melayani pemesan,’’ kata Kadek.             

NM memiliki tiga anak buah yang siap melayani syahwat pemesan. Tarif ketiganya juga sama Rp 3,5 juta.

‘’Semakin banyak atau semakin sering ada yang memesan. Semakin banyak juga dapatnya,’’ terang Kadek.

NM hanya tertunduk di depan petugas. Sambil terbata, dia mengaku tidak ada pejabat yang memesan layanan syahwat kepadanya. Dia mengaku lagi tidak pernah menawarkan anak buahnya kepada pemesan.

‘’Orang yang sudah saya kenal yang menghubungi saya. Minta dicarikan orang. Itu saja,’’ pungkasnya. (WR-02)