Ticker

6/recent/ticker-posts

Prostitusi Modus Layanan SPA Dibongkar Polisi, Satu Perempuan Mucikari Ditangkap

Hukrim NTB

Pemilik Spa berinisial IR yang juga ditengarai sebagai mucikari digelandang petugas ke Mako Polres Lobar. 

LOMBOK BARAT - Tim Puma Polres Lombok Barat Polda NTB berhasil membongkar kasus Prostitusi berkedok Layanan Spa di Salah Satu Spa di Batulayar Lombok barat, Senin (29/3/2021).

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat Polda NTB AKP Dhafid Shiddiq, SH S.IK melalui Kasubbag Humas AKP Agus Pujianto, S.Pd mengatakan, dalam penggerebekan itu petugas mengamankan pemilik spa terduga berinisial IR (46) warga Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

“Satu perempuan mucikari diamankan, termasuk sepasang pria dan wanita juga diamankan untuk dimintai keterangan,” ungkapnya Kamis (1/4/2021).

Mantan Kasat Lantas Polres Bima ini menuturkan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa salah satu Spa di Batulayar, selain menyediakan layanan pijat tradisional, juga menyediakan pijat plus-plus.

“Dalam praktiknya, IR selaku pengelola Spa, menarik tarif yang berbeda sesuai dengan layanan yang diinginkan oleh pengunjung, sehingga setiap tamu yang datang bisa melakukan perbuatan asusila,” terangnya.

Apabila tamu hanya datang untuk pijat saja, cukup membayar Rp 150 ribu, jika ingin mendapatkan layanan lebih atau pijat plus-plus, maka tamu tersebut harus menambah pembayaran.

“Ketika tamu ingin mendapat layanan pijat plus-plus, maka dikenakan tarif tambahan senilai Rp 500 ribu, yang dilakukan dengan cara mentransfer ke rekening yang telah ditentukan oleh IR,” katanya.

Sehingga, untuk menikmati layanan pijat plus-plus, pengunjung harus merogoh kocek minimal Rp 650 ribu, bahkan bisa lebih dari tarif tersebut.

“Tarif yang dibayarkan sebesar Rp150 ribu untuk membayar biaya masuk SPA sedangkan Rp 500 ribu untuk terapis dan maminya,” terangnya.

Selain mengamankan IR selaku pemilik SPA, sepasang pria dan wanita yang kedapatan melakukan hubungan intim di rempat itu juga digelandang Polisi untuk dimintai keterangan.

“Sepasang pria dan wanita ini diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, dan selanjutnya terduga pelaku dan barang bukti diamankan ke Polres Lombok Barat,” katanya. 

Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan di antaranya dua unit HP, uang tunai Rp 500 ribu, buku register, spray yang berisi bercak sperma, satu buah kondom, handuk dan dua lembar bukti transfer.

“Terduga pelaku dijerat dengan Pasal 296 dan atau Pasal 506 KUHP Jo Pasal 56 KUHP, karena Mempermudah Perbuatan Cabul (Prostitusi),” tutupnya. (WR-02)