Ticker

6/recent/ticker-posts

Berdalih Belajar Ilmu Kebal, Pria Ini Setubuhi Gadis 11 Tahun



LOMBOK TENGAH, Warta Hukrim - Berdalih untuk mendapatkan ilmu kebal seorang pria berinisial SI (27) warga Dusun Teres Genit, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara melakukan pencabulan terhadap gadis berusia 11 tahun yang juga merupakan warga desa setempat.

SI ditangkap Tim Puma Polres Lotara bersama Unit Reskrim Sektor Bayan, Kamis (30/9/2021) sekitar pukul 13.30 Wita saat hendak kabur melarikan diri ke luar daerah.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, Iptu I Made Sukadana, SH MH  mengatakan, pelaku ditangkapan atas laporan ayah korban terhadap dugaan perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku.

Berdasarkan laporan tersebut Tim Puma bersama Unit Reskrim Sektor Bayan langsung bergerak dan mengetahui keberadaan pelaku yang hendak melarikan diri keluar pulau Lombok.

"Pelaku berhasil ditangkap di Dusun Barong Birak, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, saat hendak melarikan diri keluar pulau Lombok," terang Kasat. 

Kasat Reskrim menjelaskan, peristiwa pencabulan itu diketahui oleh ayah korban pada Agustus lalu, saat itu ayah korban pulang malam hari dari sawah dan melihat korban menangis. Saat ditanya oleh ayahnya, anaknya mengaku telah disetubuhi oleh pelaku.

"Ayah korban mengetahui aksi SI setelah diceritakan oleh anaknya, yang sebelumnya korban takut menceritan peristiwa itu karena diancam oleh pelaku agar tidak menceritakan kepada siapapun," jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya tambah Kasat, pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan di sebuah  gubuk kosong di tengah sawah di samping rumah kakek korban dengan iming-iming memberikan uang jajan Rp 5 ribu.

Dari keterangan pelaku saat diinterogasi, dia mengaku mencabuli anak 11 tahun tersebut dengan dalih untuk mendapatkan ilmu kebal.

"Pelaku mengaku melakukan pencabulan dengan alasan sedang mempelajari ilmu kekebalan tubuh dimana pelaku harus bersetubuh dengan anak-anak dan perempuan dewasa sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan ilmu tersebut," tambah Kasat.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 Tahun maksimal 15 Tahun.

"Untuk menghindari kemarahan dan amukan warga, pelaku saat ini telah  diamankan di Mako Sat Reskrim Lombok Utara dan dalam rangka dilakukan proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. (WR-Al)