Ticker

6/recent/ticker-posts

Miris, Bocah 5 Tahun Dicabuli Remaja 17 Tahun yang Merupakan Kerabat Sendiri



LOMBOK TENGAH, Warta Hukrim - Unit PPA Sat Reskrim Polres Lombok kembali menangani kasus pancabulan terhadap anak di bawah umur. Kali ini menimpa Bunga 5 tahun (nama samaran) warga Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Mirisnya remaja pelaku pencabulan berinisial ZA  (17) merupakan kerabat sendiri.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Heri Indra Cahyono, SH, S.IK MH melalui Kasat Reskrim Iptu Redho Rizki Pratama, S.Trk mengatakan, pelaku berinisial ZA yang juga merupakan warga Kecamatan Batu kliang Kabupaten Lombok Tengah telah diamankan pihaknya.

"Tim Puma Polres Lombok Tengah telah berhasil mengamankan pelaku di rumahnya di Desa Beber, Kecamatan Batukliang, sekitar pukul 23.30 Wita, Jumat (1/10/2021) malam," katanya.

Kasat menjelaskan, peristiwa itu diketahui, saat ibunya memandikan korban di lokasi pemandian umum Desa Beber, pada saat itu korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian kemaluannya. 

Sehingga ibunya bertanya kenapa kemaluan korban sakit?, namun saat itu korban tidak berani menjawab dengan jujur dan dia menjawab kemaluannya sakit kena kayu.

Tetapi para saksi yang ikut mandi di pemandian umum menceritakan kepada ibunya bahwa alat kelamin anaknya sakit dikarenakan telah dicabuli oleh  ZA di kebun dekat rumah korban.

Mendapat informasi itu, ibu korban langsung syok dan kaget yang kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Lombok Tengah dengan laporan nomor: LP/B/374/X/2021/NTB/Res. Loteng.

"Berdasarkan laporan tersebut, Tim Puma langsung menangkap ZA di rumahnya yang mana ini ZA masih ada hubungan keluarga dengan korban," terangnya. 

Iptu Redho menambahkan, dari hasil introgasi, pelaku mengakui telah menyetubuhi korban di kebun yang terletak tidak jauh dari rumah korban. Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa, tanggal 28 september 2021 lalu.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E Jo pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 th 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. 

"Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Lombok Tengah guba dimintai keterangan dan proses hukum lebih lanjut," tutupnya. (WH-Al)